Ini Cerita Keluarga Makmun Syukri, sebagai Pendiri PMII

Beberapa waktu lalu, Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) berkunjung di kediaman keluarga Almarhum Makmun Syukri, salah satu pendiri PMII di Solo. Silaturahim ini pun disambut senyum hangat dan ramah keluarga kecil Mi’ratun Nisa, yang tidak lain adalah anak semata wayang pendiri PMII asal Bandung ini.

‘Bintang Sembilan Maha Cipta Pergerakan’, adalah simbol ucapan terimakasih PB PMII terhadap almarhum Makmun Syukri. Penghargaan ini pun diserahkan kepada keluarga Makmun Syukri di sela kunjungan ini.

55 tahun berlalu, Makmun Syukri bersama 12 pendiri lainnya telah mendedikasikan hayatnya hingga berdirilah PMII. Kini, PMII telah mampu tumbuh dan berkembang menjadi organisasi mahasiswa Islam terbesar di tanah air.

Ungkapan haru dan bangga sama sekali tak terjanggal keluar dari lisan anak semata wayangnya ini. Siapa sangka, Mi’ratun Nisa yang sejak kecil akrab dengan Nahdlatul Ulama, justru tak mengetahui bahwa ayah tercintanya adalah pendiri PMII.

“Saya dan keluarga sama sekali tidak menyangka kalau ternyata ayah saya adalah pendiri PMII. Organisasi besar, yang sudah melahirkan banyak sekali kader berprestasi. Saya benar-benar bangga karena ternyata, keluarga saya bermanfaat untuk Indonesia dan agama. Bahkan sampai beliau meninggal pun, namanya masih begitu dikenang,” ungkapnya.

Nisa bercerita, bahwa selama hayatnya Makmun Syukri tak henti mendedikasikan hidupnya untuk Nahdlatul Ulama (NU). Dari 16 anak Khiyai Syukri, ayahnya adalah sosok yang paling aktif dan dikenal sebagai sosok aktifis berdedikasi dan tulen. Tak jarang, ia menyaksikan Makmun Syukri berkumpul bersama pendiri PMII lain, seperti halnya Munshif Nahrawi, Mahbub Djunaidi, M Sobich Ubaid dan pendiri PMII lainnya.

“Saya kenal betul dengan Munsif nahrawi, Mahbub Djunaidi, Sobich Ubaid, dan yang lain. Karena memang, dulu mereka itu sering sekali berkumpul. Tapi saya tahunya mereka itu membahas NU,” ujarnya.

Tak hanya Nisa, buah hatinya pun terkejut ketika menyadari bahwa kakeknya adalah pendiri PMII. Dalam perbincangan di kediamannya itu pun ia mengaku, kerap membaca artikel yang menyebutkan nama ‘Makmun Syukri’ sebagai pendiri PMII. Namun Putri Nisa ini tak menyangka bahwa Makmun Syukri, alumni IKIP (sekarang UPI) yang dimaksud ini adalah kakeknya.

“Karena yang tertera di artikel namanya itu asal Bandung, karena kakek kan bukan dari Bandung. Tapi kalau memang asal itu ditulis berdasarkan asal kampus, baru saya ngeh,” ungkapnya.(Poy)

Baca juga:

PB PMII Serahkan Penghargaan Bintang Sembilan di Solo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *